Tampilkan postingan dengan label Hankam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hankam. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 23 Mei 2015

Terbang Malam Skadron 12 RSN

 
Hawk 100/200 di Skadron Udara 12 Roesmin Nurjadin Pekanbaru, Riau (all photos : Lanud Roesmin Nurjadin)

Hawk 100/200 di Skadron Udara 12 Roesmin Nurjadin Pekanbaru, Riau (all photos : Lanud Roesmin Nurjadin)

Berita Militer Indonesia-Ada yang terasa berbeda di langit Pekanbaru dari hari-hari sebelumnya, ini karena terdengar suara mesin jet yang menderu memecah kesunyian malam saat para penerbang dari pesawat tempur Hawk 100/200 Skadron Udara 12 Lanud Roesmin Nurjadin melaksanakan latihan terbang malam, Senin (18/5).
image
“Keahlian (skill) dan kemampuan terbang (profisiensi) dari para penerbang harus terus diasah dan ditingkatkan melalui berbagai latihan agar dapat mengatasi berbagai tantangan tugas yang mungkin dihadapi ke depannya, untuk itulah latihan ini dilaksanakan”, ujar Danskadron Udara 12 Lanud Rsn Letkol Pnb Jajang Setiawan.
image
Ditambahkan oleh Danskadron 12 bahwa tak hanya keahlian dan kemampuan para penerbang saja yang ditingkatkan, namun dengan latihan ini kesiapan seluruh alutsista serta ground crew pesawat pun akan dapat ditingkatkan, hal ini guna mengantisipasi kemungkinan akan terjadinya ancaman, gangguan serta pelanggaran wilayah udara Indonesia oleh pihak lain yang mungkin saja terjadi pada waktu siang maupun malam hari.
Sementara itu Danlanud Roesmin Nurjadin Kolonel Pnb M. Khairil Lubis yang turut mengawasi latihan ini menyampaikan bahwa Lanud Roesmin Nurjadin sebagai pangkalan operasi harus selalu siap untuk melakukan misi yang diberikan kepadanya, dan itu melakukan operasi udara yang dapat terjadi kapan saja.
image
“Saya tekankan kepada seluruh personel untuk selalu mengedepankan faktor keamanan serta keselamatan terbang, agar latihan ini dapat terlaksana dengan aman, lancar dan tak kurang suatu apapun hingga usainya latihan nanti”, lanjut Danlanud.
Latihan terbang malam yang dilaksanakan secara periodik ini rencananya akan berlangsung hingga Kamis (21/5) dengan area latihan di sekitar wilayah Lanud Roesmin Nurjadin.

(TNI AU)

“Kelompok Kecil di Aceh”, Jangan Merusuh

 
image
Berita Militer Indonesia-Terjadi kontak tembak antara pasukan gabungan TNI-Polri dan kelompok bersenjata di Pidie, Nanggroe Aceh Darussalam, pada Rabu (20/5) semalam. Panglima TNI Jenderal Moeldoko memperingatkan kelompok bersenjata itu agar tak mengganggu TNI dan mengancam rasa aman.
“Jangan coba-coba ganggu TNI, atau kami akan bereaksi kalau kami diganggu,” kata Moeldoko usai peresmian Patung Teuku Umar di Pulau Rondo, Kota Sabang, Aceh, Kamis (21/5/2015).
Moeldoko berpesan kepada yang ia sebut sebagai ‘kelompok kecil di Aceh’ itu, agar tak merusuh. Soalnya, TNI sekarang sudah menjalin persahabatan dengan semua pihak di Aceh.
“Kami tidak pernah melakukan hal-hal yang membuat kelompok-kelompok ini menderita. Tetapi jangan buat anggota TNI menderita atau prajurit-prajurit kita akan marah di lapangan,” kata Moeldoko.
Masyarakat sudah merasa damai. Maka kedamaian ini tak semestinya diusik. Bila rasa damai ini rusak, maka pembangunan di Aceh akan terhampat dan investor tak akan tertarik ke Aceh.
“Dan yang kita cari adalah rasa dami, enak hidup, TNI berada untuk mengawal,” kata Jenderal Moeldoko.
Kontak tembak yang dimaksud itu berawal dari laporan warga kepada anggota Kodim 0102 Pidie yang menyatakan, munculnya dua orang pria bersenjata api. Pria yang mencurigakan tersebut mengenakan baju loreng dan baju berwarna hitam. Menindaklanjuti informasi itu, anggota TNI dan polisi kemudian melakukan pengejaran. Berikutnya terjadi kontak tembak dengan pelaku.
Tiga pria tewas, dan senjata-senjata dari mereka diamankan. Barang bukti berupa 1 pucuk AK47 popor lipat, magazine M16 dan AK47, 106 butir amunisi AK dan 2 tas hitam.

Detik.com

Kamis, 21 Mei 2015

Bakamla Minati Pesawat Amfibi ITB

 
Ilustrasi Pesawat Amfibi
Ilustrasi Pesawat Amfibi

Berita Militer Indonesia-Badan Keamanan Laut (Bakamla) berencana membeli pesawat amfibi buatan Institut Teknologi Bandung (ITB) untuk membantu pelaksanaan tugas pengamanan laut. Menurut pelaksana tugas Sekretaris Utama Badan Keamanan Laut, Laksamana Pertama Dicky R. Munaf, pesawat amfibi dapat menjadi solusi pemberantasan tindakan ilegal di laut Indonesia.
Dicky mencontohkan, kapal-kapal asing pelaku tindakan ilegal sering berada di wilayah Zona Ekonomi Eksklusif atau berjarak 200 mil laut dari garis pantai Indonesia. Dengan begitu, mereka mudah melarikan diri ketika aparat keamanan Indonesia menyergap mereka. Kapal-kapal asing itu cukup bergerak sedikit menuju laut internasional, sehingga tak bisa ditangkap petugas.
“Padahal untuk mengerahkan kapal patroli dari pantai ke Zona Ekonomi Eksklusif bisa makan waktu delapan jam. Kalau pakai pesawat amfibi, waktu tempuh lebih singkat,” kata Dicky di kantor Bakamla, Jakarta, Rabu, 20 Mei 2015.
Sesuai dengan rencana, pesawat amfibi tersebut bisa dinaiki minimal tiga orang, yang terdiri atas pilot, navigator, dan penyidik Bakamla. Penyidik Bakamla menjadi awak terpenting dalam pesawat itu. Sebab kejahatan di laut harus ditangani pada saat itu juga oleh petugas Bakamla.
Dicky menjelaskan, saat satelit pusat Bakamla menemukan kejanggalan aktivitas kapal di laut, pesawat amfibi akan dikerahkan ke lokasi kapal itu. Pesawat akan mendarat di dekat kapal yang dicurigai. Penyidik selanjutnya menaiki rakit untuk menuju kapal guna melakukan pemeriksaan. “Jadi penyidikannya bisa dilakukan di laut langsung,” katanya.
Bakamla belum tahu persis rupa pesawat amfibi yang bakal dibeli dari ITB itu. Sebab sampai sekarang Mulyo Widodo, profesor dari ITB, masih berupaya menyelesaikan riset pesawat itu. Meski hasil rise itu belum jelas, Dicky mengatakan, Bakamla siap membeli enam pesawat amfibi dari ITB. Pesawat-pesawat itu akan disebar ke sejumlah pangkalan Bakamla di Batam, Manado, dan Ambon. “Kami belum buka tender, tapi kami minta ITB segera menyelesaikan produknya,” kata Dicky.
Sebelumnya, Bakamla membeli sepuluh robot bawah air dari ITB. Robot tersebut akan digunakan dalam misi search and rescue dan pemberantasan kejahatan bawah laut. Robot ITB mampu menyelam hingga kedalaman 100 meter dan dilengkapi dua kamera, di depan dan belakang badan, yang bisa langsung menampilkan video di bawah laut kepada operator yang berada di atas kapal. Robot bawah laut ITB dihargai Rp 1,7 miliar per unit.
Tempo.co

Ada pihak yang ingin lemahkan TNI

Ada pihak yang ingin lemahkan TNI
Panglima TNI Jenderal TNI Moeldoko (ANTARA FOTO/Widodo S. Jusuf)
Prajurit TNI adalah milik masyarakat..."
Berita Militer Indonesia-Panglima TNI Jendral Moeldoko menilai ada upaya secara sistematis dari pihak-pihak tertentu untuk melemahkan organisasi TNI dengan memisahkannya dari masyarakat.

"Kita tidak boleh kalah oleh upaya itu. TNI harus tetap kuat, karena Bangsa Indonesia yang besar didukung oleh TNI yang besar," tegasnya saat jamuan makan malam di aula gubernuran Sumatera Barat(Sumbar), Rabu.

Menurut dia, untuk bisa besar, TNI harus manunggal dengan rakyat.

"TNI tidak akan bisa menjadi organisasi yang besar jika tidak mendapatkan dukungan dari rakyat," katanya.

Ia juga memberikan apresiasi kepada Danrem 032/WRB Brigjen Widagdo Hendro S yang dinilai telah bisa membuat kegiatan yang kreatif dan inovatif sehingga TNI dapat berbaur dengan masyarakat sesuai harapan.

"Lanjutkan apa yang telah dilakukan di Sumbar dan himpun semua sumber daya yang ada serta bekerjasama dengan semua pihak untuk melaksanakan tugas-tugas TNI di daerah," ujarnya.

Ia juga berpesan kepada Pemprov Sumbar untuk menjaga prajurit TNI di daerah itu agar tetap menjadi prajurit yang baik, tidak macam-macam dan menjalankan tugas secara profesional.

"Prajurit TNI adalah milik masyarakat, karena itu pergunakanlah untuk kepentingan masarakat," katanya.

Dalam kesempatan itu, Panglima TNI bertukar cindrera mata dengan Gubernur Sumbar Irwan Prayitno.

Selain itu, Panglima TNI juga mendapatkan oleh-oleh berupa batu akik khas Sumbar dari Wakil Gubernur Sumbar, Muslim Kasim.

Rabu, 13 Mei 2015

Pusat Pendidikan TNI dijadikan tempat rehabilitasi narkoba

Pusat Pendidikan TNI dijadikan tempat rehabilitasi narkoba
Panglima TNI, Jenderal Moeldoko. Selain membantu BNN merehabilitasi pemakai narkoba, dalam beberapa aspek, TNI kembali dilibatkan untuk perkuatan institusi sipil di pemerintahan, di antaranya swasembada pangan dan penyediaan guru di sekolah-sekolah di perbatasan negara. (ANTARA FOTO/M Agung Rajasa)
... dalam merehabilitasi para pengguna narkoba harus ada batasan yang jelas agar para pengguna narkoba tak menularkan "kebiasaan" buruk itu kepada prajurit TNI...
Berita Milter Indonesia-Satu lagi pelibatan unsur kekuatan dan fasilitas TNI untuk kepentingan nasional, yaitu Pusat Pendidikan TNI yang akan dijadikan tempat rehabilitasi pengguna narkoba sesuai target Badan Narkotika Nasional pada 2015 sebanyak 100.000 pengguna narkoba bisa direhabilitasi.

Keterangan pers Pusat Penerangan TNI, di Jakarta, Rabu, menyatakan, hal itu salah satu poin dalam Nota Kesepahaman antara TNI dengan BNN yang ditandatangani langsung Kepala BNN, Komisaris Jenderal Polisi Anang Iskandar, dan Panglima TNI, Jenderal TNI Moeldoko, di Aula Gatot Subroto, Markas Besar TNI, Cilangkap, Jakarta Timur.

Tak hanya itu, TNI juga akan dilibatkan dalam upaya pencegahan, pemberantasan, penyalahgunaan, dan peredaran gelap narkoba serta prekursor narkoba.

"TNI siap menyediakan setiap sarana dan prasarana di Pusdik untuk melaksanakan rehabilitasi para pengguna narkoba itu," katanya.

Khusus untuk Resimen Induk Kodam, Moeldoko menyebutkan, instansi pendidikan militer itu sudah ada di setiap Kodam dan tersebar di seluruh Indonesia.

"Seperti di POM AD itu gedungnya juga cukup besar, kalau digunakan penampungan bisa saja. Selain itu, semua kecabangan punya ruang untuk itu," kata dia. 

"Memang tempat-tempat itu adalah tempat belajarnya prajurit. Nanti proyek percontohannya saya serahkan kepada Pak Anang. Prinsipnya, kami menyediakan sarana dan prasarana, serta prajurit-prajurit untuk dilatih sebagai pembina," ujar Moeldoko.

Namun demikian, tambah Moeldoko, dalam merehabilitasi para pengguna narkoba harus ada batasan yang jelas agar para pengguna narkoba tak menularkan "kebiasaan" buruk itu kepada prajurit TNI.
Iskandar mengatakan, BNN meminta secara khusus kepada TNI untuk menyediakan lokasi-lokasi rehabilitasi para pengguna narkoba, yaitu Pusdik seperti Rindam di masing-masing daerah. BNN tidak mampu mencapai target itu karena kemampuan mereka untuk merehabilitasi pengguna narkoba cuma 2.000 orang setahun.

"Kami meminta tempat-tempat pelatihan militer digunakan sebagai tempat rehabilitasi sosial," kata Iskandar.

Dia membandingkan hal serupa --penggunaan personel dan fasilitas militer untuk merehabilitasi narkoba-- dengan di luar negeri. Thailand, sudah lebih dulu melakukan kerja sama antara pemerintahnya dengan militer.

BNN, lanjut Anang, juga akan melakukan pelatihan kepada para prajurit TNI untuk bisa menjadi pembina dalam upaya rehabilitasi pengguna narkoba.

"Sumber dayanya akan kami latih. Sehingga para personil TNI punya pemahaman bagaimana melakukan rehabilitasi. Kemampuan ini akan digunakan untuk merehabilitasi para pengguna narkoba di Rindam," ujarnya.

Sedangkan terkait penyediaan tenaga personel dari TNI untuk melakukan operasi pencegahan dan pemberantasan narkoba, ujar Iskandar, pihaknya sudah memiliki aturan dan pedoman yang sesuai dengan perundang-undangan.

Dalam aturan tersebut, BNN memang dapat melibatkan aparat TNI untuk melakukan penangkapan, namun keterlibatan aparat TNI ini tidak bisa hingga ke tingkat penyidik.

Panglima TNI Protes ke Malaysia soal Peredaran Narkoba

 
Panglima TNI Jenderal Moeldoko di Markas Yonif Linud 700/Raider Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (11/5). (Antara/Hafidz Mubarak A.)
Panglima TNI Jenderal Moeldoko di Markas Yonif Linud 700/Raider Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (11/5). (Antara/Hafidz Mubarak A.)

Berita Milter Indonesia-Panglima TNI Jenderal Moeldoko menyampaikan komplain kepada Panglima Tentara Diraja Malaysia terkait tingginya peredaran narkoba di wilayah perbatasan antara Kalimantan dan Malaysia.
“Saya sudah komplain kepada Panglima Malaysia kenapa penjagaan di Malaysia yang ketat begitu kok (pengedar) bisa lari ke perbatasan,” ujar Moeldoko di Markas Besar TNI, Jakarta, Rabu (13/5)
Moeldoko mengeluarkan pernyataan ini menyambung nota kesepahaman antara TNI dan Badan Narkotika Nasional. Moeldoko mengatakan BNN dapat meminjam prajurit TNI dalam setiap operasi pemberantasan peredaran narkotika dan zat aditif lain yang dilarang.
Sementara Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana Ade Supendi mengatakan institusinya belum maksimal memagari pintu-pintu menuju Indonesia dari peredaran narkoba. Penyebab utamanya ialah keterbatasan kapal patroli.
“Negara kita itu negara kepulauan. Kapal kita tidak cukup. Harusnya ditutup titik-titik masuk itu,” ucap Ade.
KSAL menekankan dua perbaikan esensial untuk mengawasi pintu masuk ke Indonesia pada jalur laut, yakni kerjasama intensif dengan badan intelejen dalam dan luar negeri, serta pengerahan sarana laut yang dimiliki pemerintah.
Kerjasama antarinstansi yang kuat antara lain antara Kementerian Kelautan dan perikanan, Direktorat Jenderal Imigrasi Kementrian Hukum dan HAM, dan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan. (CNN Indonesia)

Senin, 11 Mei 2015

Panglima TNI dan Kapolri Tinjau Pos Perbatasan RI-PNG

  Panglima TNI dan Kapolri Tinjau Pos Perbatasan RI-PNG
Berita Milter Indonesia-Panglima TNI Jenderal TNI Dr. Moeldoko dan Kapolri Jenderal Pol Badrodin Haiti meninjau Pos Perbatasan Satgas Pamtas Republik Indonesia (RI- Papua Nugini(PNG) Batalyon Infanteri (Yonif) 323/Raider, serta memberikan pengarahan kepada personel TNI dan Polri yang sedang bertugas di Pos Kotis (Skouw), Jayapura, Papua, Jumat (8/5/2015).
Dalam pengarahannya, Panglima TNI yang didampingi oleh Kapolri menyampaikan bahwa kedatangannya ke Pos Perbatasan RI dan PNG adalah untuk melihat secara langsung Prajurit TNI dan Polri yang sedang bertugas di Jayapura, Papua. “Saya mengucapkan terima kasikepada seluruh personel TNI dan Polri yang sudah bekerja keras dalam menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)”, katanya.
“Kepada Komandan Korem dan Komandan Sektor, kehadiran pasukan TNIkedalam suatu wilayah operasi atau ke wilayah manapun harus bisa merubah wilayah itu menjadi positif. Satgas Yonif 323/Raider sudah melaksanakan teritorialnya dengan baik, seperti mengunjungi sekolah-sekolah, memberikan contoh kedisplinan dan menyampaikan bagaimana caranya untuk bisa masuk dan menjadi anggota TNI”, tegas Panglima TNI.
“Kepada putera daerah yang ingin masuk dan menjadi anggota TNI, agar diberikan prioritas.  Kalau ada kendala mengenai persyaratan dari awal, sehingga pada saat test banyak gugur, para personel TNI yang berada di daerah harus dapat membantu memberikan pengarahan kepada putera daerah, bagaimana caranya agar dia bisa lulus menjadi anggota TNI”, ujar Jenderal TNI Moeldoko.
Lebih lanjut Panglima TNI menjelaskan bahwa dalam konteksosial, apabila seorang Prajurit TNI menguasai bidang pertanian hendaknya disosialisasikan kepada masyarakat setempat agar mereka mengerti, sehingga masyarakat bertambah kemauannya dan tetap semangat karena didorong oleh anggota TNI yang sedang bertugas di daerah tersebut. “Prajurit TNI tidak boleh menyakiti hati rakyat dan berbuat semena-mena kepada rakyat”, tegas Panglima TNI.
Jenderal TNI Moeldoko juga menyampaikan bahwa masih ada prajurit TNI yang meninggal dikarenakan sakit malaria.Apabila ada yang terkena malaria, segera dibawa ke rumah sakit yang ada di Jayapura,karena kalau mengandalkan yang ada di posko, itu tidak maksimal. “Saya tidak menghendaki kalau masih ada yang meninggal karena sakit malaria, Prajurit TNI yang bertugas diperbatasan adalah sebagai pasukan yang terdepan”, kata Panglima TNI.
Usai memberikan pengarahan, Panglima TNI dan Kapolri meninjau Rumah Sakit Apung KRI Soeharso yang berada di Pelabuhan Jayapura untuk melihat kegiatan Bhakti Sosial berupa pengobatan gratis, seperti operasi katarak, sunatan massal dan gigi, yang dilaksanakan tanggal 4 s.d. 10 Mei 2015.
Turut hadir  dalam kunjungan tersebut,Asrenum Panglima TNI Mayjen TNI Sumedy, S.E., M.M., Asintel Panglima TNI Mayjen TNI (Mar) Faridz Washington, S.E., Asops Panglima TNI Mayjen TNI Indra Hidayat, Aspers Panglima TNI Laksda TNI Sugeng Darmawan, S.E., Aslog Panglima TNI Marsda TNI Nugroho Prang Sumadi, Aster Panglima TNI Mayjen TNI Ngakan Gede Sugiartha Garjitha, S.E., dan Kapuspen TNI Mayjen TNI Fuad Basya.

Sabtu, 09 Mei 2015

Seorang tentara Malaysia ditangkap di Sebatik

 
Wilayah Kalimantan yang berbatasan dengan Malaysia (istimewa)
Wilayah Kalimantan yang berbatasan dengan Malaysia (istimewa)

Berita Milter Indonesia-Seorang anggota tentara Malaysia tertangkap aparat Kepolisian Sektor Sei Nyamuk Kecamatan Sebatik Timur Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, karena masuk secara ilegal atau tidak menggunakan paspor.
Kepala Polsek Sei Nyamuk, Iptu Oman di Pulau Sebatik, Jumat malam menerangkan, anggota tentara Malaysia tersebut diamankan ketika ditemukan di Pelabuhan Sei Nyamuk sekitar pukul 09.30 WITA.
Kapolsek Sei Nyamuk menegaskan, saat dilakukan interogasi kepadanya, ia mengaku sebagai warga negara Malaysia yang masuk ke Pulau Sebatik untuk menemui keluarganya yang berada di Kabupaten Nunukan Kota Tarakan dan Kabupaten Berau (Kaltim).
WN Malaysia ini diketahui sebagai seorang anggota tentara ketika dilakukan penggeledahan ditemukan kartu anggota nomor 6191458 dengan pangkat LLP atas nama Raymonega Bin Taguna kelahiran 17 Mei 1986.
Pada kartu pengenal itu pula, dia diketahui bersuku bangsa Murut Negeri Sabah sebagai pasukan REJ 507 AW tentara Malaysia di Pengawal Keselamatan Security Guard Apartemen yang beralamat Penampang Kota Kinabalu Negeri Sabah.
“Jadi ketika diinterogasi yang bersangkutan mengaku sengaja tidak membawa Identity Card Malaysia miliknya supaya dianggap sebagai warga Malaysia biasa,” ujar Oman melalui pernyataan tertulisnya.
Sehubungan dengan penangkapan anggota tentara Malaysia ini, aparat kepolisian setempat langsung menyerahkannya kepada petugas Imigrasi Pulau Sebatik untuk diamankan dan ditindaklanjuti. (ANTARA News)

Jumat, 08 Mei 2015

Panglima TNI Beri Pengarahan 1.107 Prajurit TNI dan Polri di Kupang

Panglima TNI Beri Pengarahan 1.107 Prajurit TNI dan Polri di Kupang
Berita Milter Indonesia-Panglima TNI Jenderal TNI Dr. Moeldoko didampingi Kapolri Jenderal Pol Badrodin Haiti memberikan pengarahan kepada 1.107 Prajurit TNI dan Polri, terdiri dari 91 personel Brigif-21 Komodo, 150 personel Yonif-743, 204 personel Korem 204 Kupang, 100 personel Polres Kota dan Kabupaten,  400 personel Polda gabungan Brimob, 65 personel Lanud El Tari Kupang, 40 personel Marinir dan  57 personel Lantamal, di Hanggar Shelter Pangkalan Udara (Lanud) El Tari, Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis (7/5/2015).
 Panglima TNI dalam pengarahannya menyampaikan maksud kedatangan dirinya ingin lebih dekat melihat kehidupan prajurit, agar dapat memahami hal-hal yang dihadapi kehidupan prajurit sehari-hari dan kedatangannya saat ini ke Kupang juga sekalian berpamitan kepada segenap prajurit, karena dalam waktu dekat Panglima TNI akan menjalani masa pensiun.
 Panglima TNI juga memberi pesan kepada seluruh anggota prajurit agar kinerja harus terus ditingkatkan dari waktu ke waktu, khususnya untuk personel TNI harus berbangga hati karena saat ini TNI mendapat penilaian sebagai lembaga negara yang memiliki performance kerja tertinggi.
 "Presiden RI telah setuju akan menaikkan remunisasi, sampai 56 hingga 60 persen dari yang sekarang 37 persen. Upaya pemerintah memberikan peningkatan kesejahteraan, maka TNI dan Polri harus lebih meningkatkan kinerjanya", himbau Jenderal TNI Moeldoko.
 Lebih lanjut Panglima TNI juga menginginkan prajuritnya dalam bekerja agar menghindarkan dan menghilangkan ego sektoral masing-masing dan tidak perlu memelihara ego sektoral karena akan menimbulkan kerapuhan antar satuan.   "Melihat kehidupan yang harmonis antara TNI dan Polri merupakan cermin, dan yang perlu dibangun adalah sinergitas. Sinergitas itu bisa terbangun apabila memiliki semangat integrasi, dan melihat dari  semangat membangun kebersamaan terlihat dari sinergitas antara TNI dan Polri sangat luar biasa", ujarnya.
 "TNI dan Polri bisa memberikan kontribusi, terciptanya sebuah ketenangan, kedamaian, jangan justru sebaliknya. TNI dan Polri tidak boleh retak. TNI dan Polri harus bisa membawa ketenangan dan bisa membawa kondisi stabil. Bagaimana menjaga kondisi bisa stabil, aman, tertib sehingga rakyat bisa menikmati dengan nyaman dan tenteram", pesan Panglima TNI.
 Turut hadir  dalam acara kunjungan ini, Asintel Panglima TNI Mayjen TNI (Mar) Faridz Washington, Asops Panglima TNI Mayjen TNI Indra Hidayat, Aspers Panglima TNI Laksda TNI Sugeng Darmawan, Asrenum Panglima TNI Mayjen TNI Sumedy dan Kapuspen TNI Mayjen TNI Fuad Basya.
Setelah memberikan pengarahan, Panglima TNI dan Kapolri menggunakan Heli Bell 412 TNI AD dan Heli Puma TNI AU melanjutkan kunjungan meninjau Pos Perbatasan RI-Timor Leste Motaain, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu yang merupakan pintu pelintas batas Indonesia - Timor Leste.

Senin, 27 April 2015

5 Pesawat Australia Yang Harus Diwaspadai Indonesia

Australia terus membangun kekuatan udaranya baik dalam spectrum tempur maupun intelligence, surveillance and reconnaissance (ISR) atau intelijen, pengawasan. Sejumlah rencana dibangun dan tengah berjalan. Diyakini kekuatan Australia di sisi udara akan tumbuh sangat signifikan dalam dekade ke depan. Jadi Indonesia sebagai tetangga terdekat dan kerap memiliki hubungan tidak nyaman harus waspada.

Bagaimana kira-kira postur kekuatan Australia dan elemen apa saja yang akan menjadi kekuatan negeri Kanguru tersebut?

1. Hornet dan Super Hornet

Kekuatan udara Australia saat ini masih bertumpu pada F/A-18 Hornet dan Super Hornet. Angkatan Udara Australia (RAAF) saat ini memiliki 71 F / A-18A / B Hornet yang beroperasi di tiga skuadron tempur dan satu unit konversi operasional berbasis di Williamtown dekat Newcastle dan Tindal di Northern Territory. Selain itu juga memiliki 24 F / A-18F Super Hornet  dalam satu skuadron berbasis di Amberley dekat Brisbane.

Hornet klasik Australia secara substansial telah ditingkatkan selama dekade terakhir dengan menerima radar AN / APG-73 untuk menggantikan APG-65, MIDS / Link 16 datalink, Boeing / VSI Joint Helmet Mounted Sistem isyarat , penerima peringatan radar AN baru, Saab BOL countermeasures dispensers dan Elta EL / 8222 jammer pod.

Perangkat tambahan lain meliputi integrasi Northrop Grumman LITENING AT EO / IR, dan senjata baru termasuk MDBA ASRAAM dipandu inframerah AAM presisi GPS bom JDAM, dan rudal udara ke permukaan stand-off Lockheed Martin AGM-158 JASSM.

Namun, hornet termuda memasuki layanan pada tahun 1990 dan armada yang menunjukkan usia struktural. Sebuah rencana untuk menggantikan hingga 49 pesawat pada tahun 2009 hanya 11 pesawat yang terealisasi menunjukkan pesawat sudah dalam kondisi kelelahan.

Masuknya pelayanan Lockheed Martin F-35A, 24 Boeing F / A-18F Super Hornet yang dioperasikan oleh 1 Sqn kemungkinan akan dipertahankan sampai setidaknya 2030. Lebih dari sekedar memberikan airframes yang cukup, Super Hornet telah menyediakan batu loncatan untuk meningkatkan kemampuan udaranya.

Enam super Hornets dikerahkan ke UEA pada bulan Oktober 2014 untuk berpartisipasi dalam operasi tempur melawan pasukan ISIS di mana mereka telah terbang hampir 3,000h dengan tingkat ketersediaan yang lebih baik dari 98%. Pesawat ini diharapkan akan diganti dengan Hornet pada Maret 2015 ini.

Ada banyak keinginan RAAF memberi tambahan perangkat ke Super Hornet mereka khususnya meningkatkan mesin GE F414 dan tangki bahan bakar konformal.

2. EA-18G Growler

Akan bergabung dengan Super Hornet di Amberley nanti adalah 12 EA-18G Growler yang direncanakan mulai tiba 2017. Sejumlah kru RAAF sudah berbasis di Angkatan Laut AS NAS Whidbey Island di negara bagian Washington untuk bermigrasi ke jet ini.

Sebagai bagian dari proyek Growler, RAAF akan membangun sistem emitor taktis bergerak di Amberley hingga Delamere di Northern Territory untuk mendukung pelatihan peperangan elektronik, dan ada rencana jangka panjang untuk membangun EW permanen di Delamere. RAAF Growler awalnya akan disampaikan oleh Northrop Grumman AN / ALQ-99 polong jammer, namun RAAF berharap mendapat jammer yang lebih baru yang sedang dikembangkan oleh Raytheon dan Angkatan Laut Amerika Serikat.

Growler diharapkan untuk mencapai kemampuan operasional awal dengan RAAF pada 2018, sementara kemampuan operasional penuh kemungkinan akan mengikuti setelah rentang EW diaktifkan.

3. F-35 Lighting II

Setelah diluncurkan dan membuat penerbangan pertama pada 2014, dua F-35A pertama Australia telah dikirim ke sekolah pelatihan F-35 USAF di Luke AFB di Arizona pada bulan Desember 2014. RAAF telah memiliki teknisi yang telah ditempatkan sejak Juni untuk melantik pesawat dan membangun detasemen Australia.

Sejauh ini Australia hanya memiliki kontrak dua F-35A. Pada bulan April 2014 pemerintah Australia menyetujui pendanaan untuk tambahan 58 F-35A dalam jangka waktu 2019-2023.

Unit F-35A pertama di Australia akan dilaksanakan Skuadron 3 berbasis di RAAF Williamtown, yang saat ini terbang F / A-18A Hornet, dan empat F-35A pertama  diharapkan tiba di Australia pada 2019 untuk mendukung kegiatan uji dan evaluasi operasional setempat sebelum izin operasional akhir diharapkan akan didapat pada 2020-2021. 2 Satuan Operasional Konversi yang berbasis di Williamtown dan Skuadron 77 dan 75 Sqn di Tindal diharapkan juga akan mengganti Hornet mereka dengan F-35A pada akhir 2023.

Williamtown dikembangkan dengan pembentukan markas skuadron dan fasilitas pemeliharaan baru, dan meningkatkan landasan dari 610m (2,000ft) menjadi 3,050m (10.000 kaki) untuk mendukung F-35A, sementara beberapa fasilitas untuk Hornet tetap dipertahankan sampai mereka benar-benar pensiun.

Sejauh ini belum ada kesimpulan tentang pernyataan pemerintah pada pertengahan 2014 yang menyebutkan Australia akan mengakuisisi hingga 28 F-35B yang merupakan varian take-off dan landing vertikal F-35B untuk beroperasi dari kapal angkut helicopter kelas Canberra Angkatan Laut Australia. Usulan ini diharapkan bisa mencapai kesepakatan pada 2015 ini. Kemampuan pesawat generasi kelima ini jelas akan mendongkrak dengan siginifikan Australia baik dalam kemampuan tempur maupun intelijen dan pengawasan.

4. Boeing E-7A Wedgetail AEW & C

Di sisi kemampuan dan spektrum ISR Boeing E-7A Wedgetail AEW & C yang dioperasikan oleh Skuadron 2 di Williamtown telah membulai debut operasionalnya atas Irak pada bulan Oktober, dan menyediakan komando dan kontrol di medan pertempuran riil. Salah satu misi E-7A Irak baru-baru ini berlangsung lebih dari 17 jam, sebuah rekor dunia untuk setiap badan pesawat berbasis 737.

Setelah pembangunan yang berkepanjangan, radar elektronik dipindai array (MESA) Wedgetail di Northrop Grumman multirole kini mencapai stabilitas yang lebih besar dengan perangkat lunak baru, dan dalam banyak parameter dikatakan melebihi spesifikasi kinerja asli. Sebuah upgrade software lebih lanjut untuk radar dijadwalkan akan dilakukan akhir tahun ini, dan FOC untuk armada enam kuat diharapkan akan diumumkan setelah kru tambahan dilatih pada tahun 2016.

5. P-8A Poseidon

Angkatan Udara Australia secara bertahap mulai menarik Lockheed AP-3C Orion pesawat pengintai maritim dari layanan dan dalam persiapan untuk pengenalan Boeing P-8A Poseidon. Tiga AP-3C ditarik dari layanan pada tahun 2013 dan 2014 dan hingga kini masih meninggalkan 15 pesawat yang aktif yang diopeasionalkan oleh Skuadron 10 dan 11 Edinburgh dekat Adelaide.

Pesawat-pesawat Orion ini diperoleh dalam dua batch  masing-masng 10 pesawat pada tahun 1978 dan 1986, dan secara substansial ditingkatkan di akhir 1990-an. Hingga akhir 2012 dua AP-3C terus dikerahkan selama lebih dari satu dekade di Timur Tengah mendukung koalisi di perang Afghanistan, Irak dan misi di Samudera Hindia.

Australia telah lama ingin menggunakan P-8A Poseidon yang  berbasis 737-800 untuk menggantikan Orion merekas setelah bergabunig dengan program pengembangan P-8 Angkatan Laut AS pada tahun 2007. Pendanaan telah disetujui untuk delapan P-8A dengan kemungkinan mendapatkan setidaknya empat pesawat tambahan.

Pelatihan awak untuk P-8A mulai dilakukan di NAS Jacksonville pada akhir 2014, dan kru ini akan dimasukkan engan skuadron Angkatan Laut AS sampai pesawat RAAF pertama disampaikan pada awal 2016. P-8A Australia  akan tiba di Edinburgh pada akhir 2016, dengan operasional akhir direncanakan untuk Januari 2018.

Kekuatan intai maritim Australia kemungkinan juga akan diperuat dengan sekitar tujuh pesawat tanpa awak atau drone Northrop Grumman MQ-4C Triton yang diharapkan akan diperoleh mulai tahun 2020 dan akan dioperasikan oleh skuadron baru dari Edinburgh. Sementara itu, RAAF juga mempertahankan kemampuan RPV IAI Heron yang telah teruji dalam operasi di Afghanistan dan yang baru-baru ini kembali ke Australia. RAAF juga meminta persetujuan dari pemerintah untuk memperoleh drone tempur tingkat menengah baru di kelas General Atomics MQ-9B Predator Reaper mulai 2017.

Rabu, 08 April 2015

Cak Nun: ISIS merupakan rekayasa


Temanggung (ANTARA News) - Budayawan yang juga dikenal sebagai Kiai, M.H. Ainun Najib atau lebih dikenal dengan sebutan Cak Nun mengatakan gerakan radikal ISIS merupakan rekayasa dalam upaya untuk menguasai Timur Tengah.

"Semua itu rekayasa, ada yang membikin dan tidak mungkin gerakan itu menjadi main stream, karena apa mungkin orang sedunia menjadi ISIS semua," katanya di Temanggung, Jumat malam.

Ia mengatakan hal tersebut usai pentas bersama Kiai Kanjeng di Alun-Alun Temanggung dalam acara "Sinau Kedaulatan Bersama Cak Nun dan Kiai Kanjeng" yang diselenggarakan Pemkab Temanggung bersama Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Temanggung.

Ia menuturkan yang mereka bunuh itu bukan orang kafir, tetapi yang mereka bunuh itu sesama orang Islam.

"Gerakan itu merupakan program permanen memecah belah Timur Tengah atau memecah belah Islam sehingga mereka rapuh," katanya.

Kalau sudah rapuh, katanya maka diambil minyaknya seperti Irak.

"Suriah ini sulit diambil maka dibuatlah ISIS, jadi itu hanya orang merampok, sama dengan Indonesia hanya dirampok.

Acara "Sinau Kedaulatan Bersama Cak Nun dan Kiai Kanjeng" dihadiri ribuan warga Temanggung, khususnya para petani tembakau.

Panitia "Sinau Kedaulatan Bersama Cak Nun dan Kiai Kanjeng" Agus Setiawan menuturkan Cak Nun merupakan sosok yang memiliki perhatian serius terhadap kedaulatan, baik kedaulatan bangsa maupun kedaulatan individu.

"Acara ini untuk belajar kedaulatan secara lebih luas dan mendalam sekaligus sekaligus bermujahadah menyambut masa tanam tembakau," katanya.

Ia mengharapkan melalui kegiatan ini pemahaman masyarakat tentang kedaulatan semakin kuat.

"Sektor budidaya tembakau yang menjadi sumber kehidupan warga Temanggung sedang disudutkan dengan isu-isu kesehatan yang diimpor dari luar. Peraturan yang dikeluarkan pemerintah semakin memberikan berbagai batasan bagi berkembangnya sektor budidaya tembakau," katanya.

Sumber : Antaranews.com