Tampilkan postingan dengan label Militer. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Militer. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 23 Mei 2015

Terbang Malam Skadron 12 RSN

 
Hawk 100/200 di Skadron Udara 12 Roesmin Nurjadin Pekanbaru, Riau (all photos : Lanud Roesmin Nurjadin)

Hawk 100/200 di Skadron Udara 12 Roesmin Nurjadin Pekanbaru, Riau (all photos : Lanud Roesmin Nurjadin)

Berita Militer Indonesia-Ada yang terasa berbeda di langit Pekanbaru dari hari-hari sebelumnya, ini karena terdengar suara mesin jet yang menderu memecah kesunyian malam saat para penerbang dari pesawat tempur Hawk 100/200 Skadron Udara 12 Lanud Roesmin Nurjadin melaksanakan latihan terbang malam, Senin (18/5).
image
“Keahlian (skill) dan kemampuan terbang (profisiensi) dari para penerbang harus terus diasah dan ditingkatkan melalui berbagai latihan agar dapat mengatasi berbagai tantangan tugas yang mungkin dihadapi ke depannya, untuk itulah latihan ini dilaksanakan”, ujar Danskadron Udara 12 Lanud Rsn Letkol Pnb Jajang Setiawan.
image
Ditambahkan oleh Danskadron 12 bahwa tak hanya keahlian dan kemampuan para penerbang saja yang ditingkatkan, namun dengan latihan ini kesiapan seluruh alutsista serta ground crew pesawat pun akan dapat ditingkatkan, hal ini guna mengantisipasi kemungkinan akan terjadinya ancaman, gangguan serta pelanggaran wilayah udara Indonesia oleh pihak lain yang mungkin saja terjadi pada waktu siang maupun malam hari.
Sementara itu Danlanud Roesmin Nurjadin Kolonel Pnb M. Khairil Lubis yang turut mengawasi latihan ini menyampaikan bahwa Lanud Roesmin Nurjadin sebagai pangkalan operasi harus selalu siap untuk melakukan misi yang diberikan kepadanya, dan itu melakukan operasi udara yang dapat terjadi kapan saja.
image
“Saya tekankan kepada seluruh personel untuk selalu mengedepankan faktor keamanan serta keselamatan terbang, agar latihan ini dapat terlaksana dengan aman, lancar dan tak kurang suatu apapun hingga usainya latihan nanti”, lanjut Danlanud.
Latihan terbang malam yang dilaksanakan secara periodik ini rencananya akan berlangsung hingga Kamis (21/5) dengan area latihan di sekitar wilayah Lanud Roesmin Nurjadin.

(TNI AU)

4 Jet F-16 Retrofit Kembali tiba di Tanah Air

 
image
Berita Militer Indonesia-TNI AU kembali menerima pesawat retrofit F-16 C/D Blok 52ID dari Amerika Serikat. Keempat pesawat bekas ini mendarat tepat pukul 12.12 WIB di Landasan Udara TNI AU Iswahjudi, Magetan, Jawa Timur.
Kedatangan pesawat ini disambut oleh Komandan Lanud Iswahjudi Marsekal Pertama TNI Donny Ermawan bersama Komandan Wing 3 Kolonel PNB Irwan Pramuda. Empat pesawat tersebut diterbangkan langsung dari Amerika menuju Indonesia oleh para penerbang AS. Mereka adalah Mayor Thomas Arthur Juntunen, Mayor Brian Dauglas Perkins, Mayor Cabell David Francis, dan Letkol Chad William Jennings.
Selama perjalanan, pesawat ini mengambil rute penerbangan dari Hill AlaskaGuam lanjut ke Lanud Iswahjudi dan parkir di Shelter Skadron Udara 3. Kedatangan ini merupakan program pengadaan dari 24 pesawat dalam proyek ‘Peace Bima Sena II’ kerja sama antara Pemerintah AS dan Indonesia, sehingga sudah 9 pesawat dengan tipe yang sama sudah berada di Indonesia.
Seluruh pesawat F-16 C/D Blok 52ID TNI AU dengan mesin pesawat tipe F100-PW-220/E merupakan pesawat bekas yang sudah ditingkatkan kemampuannya. Rangka pesawat, jaringan kabel dan elektronik seluruhnya diganti dengan peralatan baru, sehingga menambah kemampuan tempurnya.
Pesawat ini pula yang sempat terbakar saat akan lepas landas di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta. Terbakarnya pesawat itu terjadi saat akan melakukan atraksi di hadapan Presiden Joko Widodo.

Merdeka.com

Jumat, 22 Mei 2015

H&K G3/SG-1: Senapan Runduk TNI dengan Basis Senapan Serbu G3

uxk9uNe
Berita Militer Indonesia-Dari begaram senapan runduk yang dimiliki TNI, H&K G3/SG-1 punya ke khasan tersendiri, pasalnya senjata berkualfikasi sniper ini dibangun atas rancangan senapan serbu G3 yang melegenda. Kostrad TNI AD jadi salah satu kesatuan yang secara jelas menggunakan G3/SG-1. Bahkan, personel TNI pun pernah mendaulat senjata ini sebagai kelengkapan dalam misi Pasukan Penjaga Perdamaian PBB.
Dibuat atas permintaan Bundeswehr setelah tragedi Black September pada tahun 1972, G3/SG-1 menampilkan beberapa fitur yang membuatnya pantas disebut senapan tembak jitu. Deutsche Bundeswehr (AB Jerman) secara khusus meminta Heckler and Koch (H&K), pabrikan senjata kenamaan asal Oberndorf, Jerman untuk membuat senapan penembak runduk (sniper) dengan kaliber 7,62mm NATO.
G3/SG-1 di perlihatkan dalam pameran alutsista TNI AD.
G3/SG-1 di perlihatkan dalam pameran alutsista TNI AD.
Perbedaan visual antara G3 (atas) dan G3/SG-1 (bawah).
Perbedaan visual antara G3 (atas) dan G3/SG-1 (bawah).
g3sg1rtG3-sg1-1

Basis yang dipakai tak lain adalah senapan serbu G3 buatan H&K yang memang kondang di jagad assault rifle. Tentu saja ada pembenahan disana sini agar senapan bisa masuk ke kategori sniper. Sebut saja mulai dari laras yang dibuat khusus, sistem pelatuk sensitif, bipod yang diperkuat, hingga keberadaan teleskop. Hasilnya senapan G3 ini dapat tambahan label sebagai Scharfschutzen Gewehr 1 (SG adalah singkatan dari Scharfschützengewehr atau “sharp shooting rifle” atau “senapan penembak runduk”). Modifikasi ke G3/SG-1 yang cukup penting adanya tuas set trigger tepat di bekalang pelatuk. Saat set trigger diaktifkan, tarikan pelatuk menjadilebih enteng, sekitar 0,4 kilogram.
1281343306p_main_120523094806
G3/SG-1 menggunakan magasin G3 serta bentuk fisik tidak jauh berbeda dengan G3. Perbedaan yang paling terlihat dari luar adalah “cheek-piece” di popor G3/SG1 untuk menahan pipi jika sedang membidik melalui riflescope (teropong senapan) dan bipod. Dengan “trigger-group” yang serupa pula dengan H&K G3, G3/SG-1 ini selain berfungsi sebagai senapan tembak jitu (sniper rifle) juga bisa berfungsi sebagai senapan serbu infantri karena mempunyai triger group “full-automatic” selain “semi-automatic”. Sebagaimana G3, G3/SG1 juga menganut sistem operasi delayed blow-back. Ini menandakan bahwa varian ini mengarah sebagai bagian integral bagi sniper di dalam struktur regu, bukan untuk sniper murni.
Beragam varian senapan runduk produksi H&K yang berasal dari basis G3.
Beragam varian senapan runduk produksi H&K yang berasal dari basis G3.
Pilihan teleskop jatuh pada Kahles Halia ZF69/Zeiss 1,5-6×36 (artinya perbesaran dari 1,5x sampai dengan 6x dengan diameter scope sebesar 36 mm) dipasang di atas G3/SG1 dengan Claw Mount. Sementara pada popor dipasangi cheekpad sandara pipi, dan disisi dalam yang tidak kelihatan, terdapat dual stage buffer yang mampu meminimalkan efek hentakan balik (recoil).
Soal reputasi tempur, G3/SG-1 terbilang sangat kaya, salah satunya sangat sukses digunakan oleh sniper Navy SEAL dalam operasi Urgent Fury di Grenada pada Oktober 1984. Di kancah dunia airsoft gun, G3/SG-1 sudah tidak asing, bahkan cukup banyak dipakai sebagai senjata andalan untuk beraksi. (Samsul)


Spesifikasi
– Kaliber : 7,62 x 51 mm NATO
– Panjang : 102,5 centimeter
– Panjang laras : 45 centimeter
– Bobot : 5,4 Kg
– Jarak tembak efektif : 500 meter
– Pola operasi : Roller-delayed blowback
– Kecepatan tembak : 500 – 600 peluru per menit
– Kecepatan proyektil : 800 meter per detik
– Kapasitas magasin : 20 peluru
– Pembidik : Zeiss 1.5-6x variable power telescopic sight

Airbus Helicopters EC 725 Super Cougar: Andalan SAR Tempur Paskhas TNI AU

self protection systems for ec725 caracal-050210yourfile
Berita Militer Indonesia-Peran SARpur (SAR/search and rescue Tempur) atau combat rescue adalah bagian dari kemampuan yang dimiliki Korps Paskhas TNI AU. Saat terjadi kecelakaan yang melibatkan pesawat udara/helikopter, kemudian lagi jika muncul situasi pilot jatuh di behind enemy lines, maka tim penolong harus punya kemampuan SAR dan tempur secara bersamaan. Andalan untuk misi SAR tempur yang paling dominan tak lain adalah helikopter.
TNI AU pun sudah punya pengalaman panjang dalam misi SAR tempur, dukungan ‘jembatan’ udara dalam operasi Seroja menjadi medan pembuktiannya bersama dengan satuan heli lain di lingkungan TNI AD. Dan, belakangan untuk menunjang misi SARpur TNI AU mempercayakan pada heli lawas jenis S-58T Twinpac, SA-330 Puma, dan NAS-332 Super Puma. Kesemuanya tak ada masalah untuk menunjang misi SARpur, namun untuk menyikapi tantangan dan potensi ancaman yang terjadi kedepan, ketiga heli tersebut dinilai menjadi kurang ideal, pasalnya ketiga heli hanya dilengkapi persenjataan konvensional (sebatas senapan mesin dan roket) tanpa bekal perangkat elektronik, sensor, dan navigasi yang menunjang.

Perancis sangat mengandalkan heli ini dalam misi combat rescue.
Perancis sangat mengandalkan heli ini dalam misi combat rescue.

Super Cougar dibekali dua pucuk FN MAG kaliber 7,62 mm sebagai door gun.
Super Cougar dibekali dua pucuk FN MAG kaliber 7,62 mm sebagai door gun.

Sementara disisi lain, negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura sudah lebih maju dalam adopsi heli angkut taktis. Menyikapi kebutuhan update pada lini heli angkut taktis untuk misi SARpur, TNI AU pun telah mengambil ancang-ancang sejak lama untuk mengadopsi jenis helikopter baru. Yang dilirik pun punya ternyata punya ‘benang merah’ dengan heli sebelumnya, yaitu EC 725 Super Cougar buatan Airbus Helicopters (d/h Eurocopter). Dirunut dari pengembangannya, Super Cougar tak lain adalah hasil pengembangan dari AS 532 Cougar, sementara AS 523 Cougar adalah update versi militer dari NAS-332 Super Puma.
Kedatangan Super Cougar bukan isapan jempol, dipastikan pada tahun 2014 ini akan diserahkan secara bertahap 6 unit EC 725 pada TNI AU. Total jumlah Super Cougar yang dipesan ada 16 unit dengan jadwal penyerahan hingga tahun 2015. Seperti halnya heli AS 565 Panther TNI AL dan heli AS 550 Fennec yang juga buatan Eurocopter, maka Super Cougar juga akan dirakit oleh PT. Dirgantara Indonesia. Terkait kerjasama dengan Eurocopter, PT DI kebagian peran untuk menjadi pembuat komponen fuselage (badan utama) dan tailboom (ekor) EC-725.

Super Cougar dapat membawa dua pod kanon GIAT kaliber 20mm. Untuk tiap pod terdiri dari 180 amunisi.
Super Cougar dapat membawa dua pod kanon GIAT kaliber 20mm. Untuk tiap pod terdiri dari 180 amunisi.

Tampak pada sisi kiri, Super Cougar membawa peluncur roket Forges Zeebrugge 2.75 inchi. Dalam satu peluncur dapat ditempati 19 roket.
Tampak pada sisi kiri, Super Cougar membawa peluncur roket Forges Zeebrugge 2.75 inchi. Dalam satu peluncur dapat ditempati 19 roket.

Skadron 9
TNI AU sudah mempersiapkan secara matang kedatangan Super Cougar, yakni dengan pembentukan skadron baru, yaitu skadron udara 9 yang akan bermarkas di lanud Kalijati – Subang, Jawa Barat. Dengan hadirnya skadron 9, menjadikan TNI AU nantinya berkekuatan tiga skadron heli angkut berat, yaitu skadron 8 yang ditempati SA-330 Puma dan skadron 6 yang ditempati NAS-332 Super Puma.
Selain punya label Super Cougar, nama lain heli ini adalah EC 725 Caracal. Kemampuan yang cukup mencolok dari heli dengan dua awak ini (pilot dan co-pilot) adalah kebisaan untuk melakukan pengisian bahan bakar di udara (air refuelling). Berkat kemampuan tersebut, heli ini disebut sebagai heli taktis jarak jauh. Metode isi bahan bakar di udara pada heli ini menggunakan teknis hose, serupa dengan Hawk 200 dan Su-30 Sukhoi TNI AU. Dengan begitu, Super Cougar dapat menyusu dengan KC-130B Hercules.
Dengan kemampuan air refuelling, heli ini dapat terbang cukup lama.
Dengan kemampuan air refuelling, heli ini dapat terbang cukup lama.
Cougar pantas diandalkan sebagai heli militer karena memiliki crashworthiness yang tinggi. Termasuk toleransi benturan dan ketahanan sistem vital dan komponennya. Penumpang di dalam kabin helikopter terlindung dari benturan hingga kecepatan 11,4 meter per detik. Tangki bahan bakarnya disegel, dengan sistem pasiokan silang hingga tetap memasok secara kontinu bahkan di saat satu sirkuit bahan bakar gagal.
Rotor utama dan tail rotor (ekor) dilengkapi dengan hub spheriflex tahan benturan, dengan bearing antifriksi metal yang tak perlu dilubrikasi. Rotornya sendiri tahan terjangan proyektil dari kanon kaliber 20 mm dan senapan mesin berat 12,7 mm. Untuk melindungi diri, terdapat pelapis baja untuk pilot dan co-pilot. Sementara gearbox bisa terus berputar selama 30-60 menit. Dalam keadaan tanpa pelumas pun masih bisa berputar 30 menit. EC 725 Super Cougar ditenagai dua mesin Turbomeca Makila 2A1, dimana tiap mesin dapat menghasilkan tenaga 1.776 kW atau setara 2.382 hp.
Rotor utama dilengkapi 5 bilah baling-baling.
Rotor utama dilengkapi 5 bilah baling-baling.
Heli multi-role ini dilengkapi teknologi canggih seperti LCD multi fungsi 6"x8" pada cockpit, terintegrasi dengan peta digital/peperangan elektronik, full glass cockpit, dan lain-lain
Heli multi-role ini dilengkapi teknologi canggih seperti LCD multi fungsi 6″x8″ pada cockpit, terintegrasi dengan peta digital/peperangan elektronik, full glass cockpit, dan lain-lain
Untuk menunjang misi SAR Tempur , heli Cougar dilengkapi dengan personnel locator system (PLS), yang bekerja berdasarkan sistem encrypted communication homing, alat ini berkomunikasi dengan komputer navigasi Avionique Nadir MK2 dari Thales yang kemudian memilih moda navigasi. Dalam memudahkan observasi pada suatu sasaran, Super Cougar dilengkapi dengan kubah pemantau pada pintu kabin, lampu pencari, perangkat FLIR (forward looking infra red) pada sisi bawah hidung, dan radar pendeteksi berjangkauan pandang luas dengan PLS. Awaknya dilengkapi perangkat NVG (night vision goggles) generasi ketiga. Pendek kata, kokpit Cougar yang serba digital sudah kompatibel dengan NVS (night vision systems).
Dalam misi SAR yang melibatkan penyelamatan dari laut, dapat digunakan fitur auto pilot digital SFIMPA yang diatur pada operasional kelas berat. Pada mode operasi ini, manuver untuk transisi dan hovering berlangsung secara otomatis.
Sebagai heli yang mampu mengembang misi tempur secara total, Cougar juga dilengkapi dengan sistem peringatan peluncur rudal (EWR), hal ini amat diperlukan mengingat heli banyak beroperasi di wilayah konflik, ketika harus terbang rendah, maka potensi serangan dari rudal panggul (SAM MANPADS) menjadi sangat berisiko. Tak hanya itu, heli ini juga dapat dilengkapi dengan sistem pengacau infra merah dan radar serta flare decoy, maklum ada beberapa rudal panggul yang mengandalkan pemandu infra red. Kelengkapan tambahan lain adalah centrisep multi purpose air intake yang memungkinkan helikopter dapat beroperasi dengan aman di wilayah gurun pasir maupun medan berdebu. Nah, bicara soal main ‘debu’ sudah dibuktikan dengan handal, tatkala heli ini dikerahkan secara maksimal dalam berbagai misi tempur di Afghanistan.
EC 725 milik AU Thailand
EC 725 milik AU Thailand
Dari segi daya angkut, Cougar layak disebut heli angkut sedang, meski di lingkungan TNI AU akan disebut sebagai heli angkut berat dengan kemampuan membawa 29 prajurit dengan senjata lengkap, atau dapat enam penumpang yang ditandu, ditambah sepuluh penumpang lain
Tahun 2006, EC 725 Perancis dikerahkan di Lebanon untuk membantu evakuasi personel, juga di Afghanistan. Dua EC 725 ditempatkan di Kabul sejak awal 2007 untuk mendukung operasi NATO internationa Security Force. Lebih dari 95% operasi di Kabul menggunakan EC 725. Memasuki tahun 2009, AD Perancis mengoperasikan EC 725 Super Cougar. Selain Indonesia yang akan menerima Super Cougar pada tahun ini, negara lain yang sudah menggunakan heli ini lebih dulu adalah AU Malaysia, AU Thailand, AU Tunisia, AU/AL Meksiko, AU/AL/AD Brazil, AU/AL Perancis, dan AU Kazakhstan. (Sam)

Spesifikasi EC 725 Super Cougar
– Kru : 2 (pilot + co-pilot)
– Kapasitas : 29 pasukan bersenjata lengkap dengan beban maksimum 5.670 kilogram
– Panjang : 19,5 meter
– Tinggi : 4,6 meter
– Bobot kosong : 5,330 kilogram
– Bobot tempur : 11,000 kilogram
– Diameter rotor utama : 16,20 meter
– Performance EC 725 Cougar
– Kecepatan maksimal : 324 kilometer/jam
– Kecepatan jelajah : 285 kilometer/jam
– Jangkauan tempur maksimal : 1.325 kilometer
– Ketinggian terbang maksimal : 6.095 meter
– Kecepatan menanjak : 7,4 meter/detik

Kamis, 21 Mei 2015

Ketika Merah Putih Berkibar Pertama Kali di Papua

Pasukan Gerak Tjepat di Papua mengibarkan sang saka merah putih pertama pada 21 Mei 1962 (Foto: tni-au.mil.id)
Pasukan Gerak Tjepat di Papua mengibarkan sang saka merah putih pertama pada 21 Mei 1962 (Foto: tni-au.mil.id)

Berita Militer Indonesia-Tanggal 21 Mei 1998, jadi periode penting perjalanan bangsa Indonesia yang merupakan transisi besar dari rezim orde baru ke era reformasi. Tapi ada satu momen yang tak kalah penting di tanggal yang sama 53 tahun silam 1962, namun jarang diingat publik.
Pengakuan kedaulatan Belanda atas Republik Indonesia pada 1949, tak serta-merta membuat Belanda angkat kaki dari segenap wilayah nusantara. Papua yang dulu bernama Irian Barat, jadi daerah terakhir yang berupaya dicengkeram erat Belanda.
Terlepas dari berbagai kisah dan fakta kontroversial soal pembebasan Papua, patut diketahui bahwa pada 21 Mei 1962, adalah kali pertama sang saka Merah Putih berkibar di wilayah paling timur Indonesia itu.
Presiden Soekarno sejak 1961 sudah mulai curiga bahwa Belanda berencana membuat negara boneka yang bisa mereka setir. Tujuannya tentu mencegah Papua menjadi bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Soekarno pun memerintahkan Adam Malik, untuk bertemu perwakilan Belanda terkait hal itu.
“Dam, saya mau berikan opdracht (perintah) supaya kami bertemu wakil Belanda. Saya ingin tahu apa Belanda benar mempunyai keinginan untuk menyelesaikan masalah Irian Barat,” cetus Soekarno dalam buku ‘Maria van Engels’.
Awal Desember pada tahun yang sama di Bonn (Jerman Barat), perundingan pun berlangsung dan sayangnya “dicederai” penyampaian resolusi kepada Dewan Keamanan (DK) PBB dari Menteri Luar Negeri Belanda, Joseph Luns, yang berniat memisahkan Irian Barat dari Indonesia.
Mendengar hal itu, Soekarno melantangkan seruan, “Gagalkan usaha Belanda mendirikan Negara Papua!”. Sosok berjuluk Putra sang Fajar itu pun menegaskan bahwa sebelum ayam jantan berkokok pada 1 Januari 1963, Irian Barat sudah harus dibebaskan dari Belanda!
Tri Komando Rakyat (Trikora) pun digagas dengan merancang Komando Mandala. Sejumlah operasi pun digelar, termasuk penerjunan 54 anggota Pasukan Gerak Tjepat (PGT, sekarang Paskhas TNI AU) di Teminabuan pada 19 Mei 1962.
Mereka terjun di atas tangsi Belanda dan langsung terjadi kontak senjata. Kendati dua prajurit gugur, yakni Kopral Udara II Alex Sangido dan Wangko, pasukan Belanda yang terkejut memilih mundur ke wilayah Kota Teminabuan.
Setelah konsolidasi segenap pasukan penerjun dilakukan dengan mengumpulkan 40 personel di Kampung Wersar, Sersan Udara II Mengko melahirkan inisiatif untuk para pasukannya menebang pohon untuk dijadikan tiang kayu. Bendera merah putih pun dikeluarkan dari ranselnya untuk kemudian dikibarkan.
Itu jadi momen perdana bendera merah putih berkibar di tanah Papua, meski sedianya mereka masih belum lepas dari aksi pertempuran dengan Belanda. Tak berapa lama, pasukan Belanda mulai dibantu kekuatan udara mereka.
Pesawat pembom Lockheed Neptune dan pesawat pemburu Fairey Firefly merongrong posisi pasukan Mengko, hingga terpencar jadi beberapa grup kecil. Beberapa personel PGT tertawan, di antaranya Prajurit Udara I Kardi, Kopral Udara II Ngatijan, Kopral Udara II Hadi Suprapto, Kopral Udara I Radar dan Kopral Udara II Basri.
Sementara itu sisa personel PGT mengundurkan diri dan terus mendapat serangan dari Belanda hingga ikut tertawan pada 22 Juni 1962. Mereka bari dibebaskan pada September 1962 lewat sebuah perjanjian dua negara yang bersengketa itu. (Okezone)

Sikorsky S-58T Twin Pack: Kiprah Helikopter “Codot” TNI AU

5063_11402
Berita Militer Indonesia-Aslinya Skadron Udara 8 memang rumah bagi helikopter angkut berat, tapi pasca Mil Mi-6 di grounded pada akhir tahun 60-an. Skadron Udara 8 kini jadi home base bagi helikopter angkut serbaguna (utility helicopter) SA-330 Puma. Namun predikat satuan helikopter angkut berat mengalami perubahan, pasalnya SA-330 Puma produksi Aerospatiale masuk ke kelas helikopter angkut sedang. Nah, penghuni Skadron Udara 8 nyatanya tak hanya SA-330 Puma.
Sebelum kedatangan SA-330 Puma, Skadron Udara 8 sudah mengoperasikan helikopter Sikorsky CH-34 Choctaw. Satu unit helikopter ini datang pada awal tahun 60-an yang merupakan hadiah dari Presiden Amerika Serikat. Bagi Anda yang penasaran, sosok helikopter ini dapat dilihat sebagai koleksi di Museum Dirgantara Mandala – Yogyakarta. Heli yang terbang perdana pada tahun 1954 ini punya reputasi yang luas, awalnya dirancang untuk kebutuhan AL AS dalam misi AKS (anti kapal selam), dan telah terlibat di banyak pertempuran dandiproduksi hingga 2.108 unit.
CH 34 selanjutnya dijual untuk kepentingan sipil dan militer. Dengan mesin asli mesin piston Wright R-1820-84 Cyclone bertenaga 1.525 pk, heli ini mampu terbang menjelajah hingga kecepatan 156km/jam. Heli ini mampu menjangkau jarak 397 Km. Profil heli yang mampu membawa hingga 16 orang ini cukup unik, sebab bagian kokpit penerbang berada di atas kabin penumpang, sehingga penumpang bisa melihat pilot dan kopilot yang duduk di atas saat mengemudikan pesawat.
CH-34 Choctaw di Museum Dirgantara Mandala, Yogyakarta.
CH-34 Choctaw di Museum Dirgantara Mandala, Yogyakarta.

Namun sejalan dengan perkembangan zaman dan kebutuhan operasional, mesin piston R-1820-84 dinilai terlampau “lemah” ketika operasional. Untuk mengatasi masalah ini, pada dasawarsa 80-an Sikorsky memperkenalkan kit mesin pengganti: dua mesin Turboshaft Pratt & WhitneyPT-6T-3/6 berkekuatan 1.875 shp. Heli pun berubah kode, dari S-58 menjadi S-58T Twin Pac.
Keberadaan helikopter S-58T Twin Pack di Indonesia bermula dari hibah pemerintah AS lewat program Defense Liaison Group (DLG) pada tahun 1975. Hingga tahun 2010, dari 12 unit yang ada, hanya delapan unit yang masih operasional dan di operasikan Skadron Udara 6. Keberadaan Twin Pack cukup identik dengan gelar operasional Paskhas hingga mendukung misi SAR. Untuk misi SAR, disematkan hoist untuk menarik dan mengevakuasi korban pada sisi pintu kanan.
S-58T beraksi dengan hoist untuk misi SAR.
S-58T beraksi dengan hoist untuk misi SAR.
S-58T dalam perawatan.
S-58T dalam perawatan.

Dengan perubahan mesin, dari piston ke Turboshaft, maka bentuk heli berubah, khususnya pada bagian hidung, dari yang semula bundar setengah bola menjadi lonjong dan seolah memiliki “dua lubang hidung”. Dari bagian hidung, putaran mesin “dikirim” ke pemutar baling-baling utama melalui batang yang biasa disebut main drive shaft. Dari sisi tampilan, perubahan bentuk hidung inilah yang menjadi ciri khas dari S-58T Twin Pack.
S-58TwinPack01-by-gombaljay1948280_20130603071336
Dengan mesin baru tersebut, heli menjadi lebih bertenaga dan gesit. Gaining power heli menjadi lebih tinggi. Alhasil, pesawat bisa take-off secara cepat, segera memperoleh speed untuk naik, dan kalau perlu dapat segera berbelok tajam. Kelebihan ini jelas amat diperlukan dalam pengoperasiannya di wilayah konflik, sebagai misal ketika harus menghindar dar serangan darat.
Bagi yang eksis di dekade 80-an, pasti kenal mini seri "Riptide" di TVRI. S-58T jadi ikon dalam film tersebut.
Bagi yang eksis di dekade 80-an, pasti kenal mini seri “Riptide” di TVRI. S-58T jadi ikon dalam film tersebut.
Kecelakaan S-58T TNI AU di Riau pada Januari 2008.
Kecelakaan S-58T TNI AU di Riau pada Januari 2008.

Di lingkungan TNI AU, S-58T Twin Pac yang berhidung mirip kelelawar ini dikenal dengan julukan Codot. Heli yang dulunya tergabung dalam Skadron Udara 6 ikut tercatat terjun dalam berbagai operas militer di seluruh pelosok negeri. Di antara pengalaman terbangnya, ia ikut pula hadir dalam berbagai operasi bhakti. SAR, dan olahraga dirgantara, selain itu di operasi militer di Papua/Irian, Aceh, dan Timor Timur.
Selain Indonesia, negara lain yang mengoperasikan S-58T acaian Amerika, Thailand, Uruguay, dan Argentina. Karena usia pakai yang sudah tua, ditambah seringnya terjadi kecelakaan, S-58T milik Skadron Udara 6 kini sudah di grounded, dan digantikan dengan NAS-332 Super Puma. Beberapa kecelakaan yang terkait S-58T seperti:
30 Oktober 2003: Sikorsky S-58T Twin Pack dengan nomor H-3408 jatuh di areal kebun kacang dan tanaman singkong di sekitar Lanud Atang Sanjaya, Bogor.
– 12 Oktober 2005: Twin Pack S-58T beregistrasi H-3451 milik TNI AU jatuh saat melakukan latihan rutin di sekitar Lanud Sentani Papua.
7 Januari 2008: Twin Pack S-58 nyungsep di antara batang-batang kelapa sawit di Desa Ogom Kecamatan Sei Kijang Kabupaten Pelalawan, Riau. Robert Viswanathan Chandran , miliader Singapura menjadi korbannya. (Gilang Perdana)

Spesifikasi Sikorsky S-58T Twin Pack
– Crew: 2
– Capacity: 16 troops or 8 stretchers
– Panjang : 17,28 meter
– Tinggi : 4,85 meter
– Berat kosong : 3.355 Kg
– Berat penuh : 5.895 Kg
– Mesin : One 1340kW (1800shp) Pratt & Whitney Canada PT6T3 Twin Pac turboshaft
– Kecepatan maks : 222 Km per jam
– Kecepatan jelajah : 158 Km per jam
– Jarak tempuh : 480 Km

Rabu, 20 Mei 2015

H&K MP5K Brief Case: Aksesoris Buat Pasukan Pengawal VIP

tumblr_lxxdx7TJTU1r9khx4o1_
Berita Militer Indonesia-Adalah wajar bila pasukan khusus dengan tugas-tugas khusus dibekali dengan persenjataan yang juga spesial. Salah satunya dalam misi pengawalan setingkat kepala negara, kelengkapan senjata pada pasukan pengawal sudah jadi suatu keharusan. Untuk alasan keamanan dan estetika, umumnya penggunaan senjata pada ring satu kerap disamarkan untuk kerahasiaan. Bak di film James Bond, pasukan pengawal dengan setelan jas dapat menembakkan MP5 dari ‘sesuatu’ yang tak terduga.
Sesuatu yang dimaksud adalah koper. Sebagai produsen yang sukses mengusung varian SMG (Sub Machine Gun) MP5, H&K juga membuat beragam aksesoris unik untuk kebutuhan khusus, salah satunya adalah koper (brief case) yang bisa diisi senjata jenis MP5K, dan ditembakkan melalui gagangnya. Siapa yang mengira bahwa koper plastik berwarna hitam dengan aksen lining keperekan ini memang terlihat seperti koper kerja biasa.
Bagi mata awam, adanya lubang kecil di sisi kiri koper tentu terlihat tidak kentara, begitu pula pelatuk yang berada pada gagang koper. Padahal, di dalam koper ini terdapat sepucuk MP5K yang terpasang rapi berkat dudukan H&K STANAG Claw Mount yang menjaga agar senjata tidak terlepas dari dudukan.
Karena senjata berada dalam casing khusus, maka cara memakainya pun ada aturannya, penembak tinggal menempatkan koper secara horizontal, akan lebih baik menggunakan perut sebagai penyetabil dan tarik pelatuknya.

hknmp5kcase-900-4hknmp5kcase-900-3

hknmp5kcase-900-5hknmp5kcase-900-7
Untuk kegunaan taktis mungkin koper ini tidak banyak bicara, namun lain halnya bila misi yang dijalankan adalah pengawalan VIP (Very Important Person). Apalagi, hadirnya MP5K adalah senjata yang dibuat atas permintaan perwakilan H&K di Amerika Selatan yang terkenal sebagai wilayah basis narkotika dan maraknya aksi penculikan orang kaya. Kalau sudah begitu, koper canggih ini jelas menemukan pasarnya. Mengutip informasi dari Commando – Sub Machine Gun – War Machine Series, Sat-81 Gultor Kopassus disebut-sebut punya beberapa koper unik ini.
Dari segi desain, koper ini dibuat dari bahan polimer padat dan kotak alumunium dengan plastik sebagai penutupnya. Situs Guns.com menyebut ukuran koper ini sekitar 20 x 15 x 5 inchi, seukuran dengan toolbox yang kerap dibawa para teknisi.
Posisi pelatuk pada gagang koper.
Posisi pelatuk pada gagang koper.
Tampilan detail bagian dalam koper dan MP5K.
Tampilan detail bagian dalam koper dan MP5K.
Arah lubang untuk laras.
Arah lubang untuk laras (firing port)
Pasukan AS sedang memantai koper MP5K. Firing port pada lingkaran warna kuning.
Pasukan AS sedang memantai koper MP5K. Firing port pada lingkaran warna kuning. 

Ada temuan yang mengejutkan seputar koper MP5K ini, tepatnya di Baghdad – Irak pada 14 April 2013, unit pasukan dari Batalyon Ke-3 Resimen Infanteri Ke-7 US Army, berhasil menemukan 22 koper H&K berikut paket senjata MP5K di dalam gudang senjata. Keberadaan koper senjata ini disinyalir digunakan para pengawal Saddam Husein. Temuan koper MP5K ini juga terus berlanjut, saat revolusi yang terjadi di Libya dan Suriah, beberapa koper unik juga ditemukan di gudang persenjataan.
Meski laris manis digunakan untuk misi pengawalan VIP, adopsi koper MP5K ini juga memiliki beberapa kelemahan, diantaranya dipandang kurang ideal saat menghadapi CQB (close quarter battle), akurasi bidikan yang kurang efektif, dan waktu yang lebih lama untuk melakukan reload magasin. Anda tertarik dengan koper canggih besutan Jerman ini? H&K pun menjualnya dengan harga US$2.995, bahkan koper ini cukup laris di pasar lelang dengan harga bekas di kisaran US$1.500.
Posisi menembak koper MP5K.
Posisi menembak koper MP5K.
Beberapa koper MP5K yang disita pasukan AS di Baghdad, Irak.
Beberapa koper MP5K yang disita pasukan AS di Baghdad, Irak.
Tampak koper SMG juga terpapar dalam insiden penembakan Presiden Ronald Reagen. Koper tersebut digunakan agen Secret Service.
Tampak koper SMG UZI terpapar dalam insiden penembakan Presiden Ronald Reagen. Koper tersebut digunakan agen Secret Service.

MP5K
Terkait MP5K, berdasarkan sumber dmc.kemhan.go.id (8/8/2012), disebutkan pihak Kementerian Pertahanan (Kemhan) menyerahkan HK MP5 sebanyak 315 pucuk kepada Kopassus. Penyerahan dilaksanakan secara simbolis oleh Wakil Menteri Pertahanan saat itu, Sjafrie Sjamsoeddin kepada Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus (Danjen Kopassus) Mayjen TNI Agus Sutomo.
Ke-315 pucuk MP5 tersebut merupakan hasil pengadaan senjata pada tahun 2010, terdiri dari varian 220 pucuk H&K MP5 A4, 48 pucuk H&K MP5 A5, 38 pucuk H&K MP5K PDW dan 9 pucuk HK SD6. Nah, yang bisa digunakan dalam koper senjata adalah jenis MP5K PDW (Personal Defece Weapon). Label K diartikan sebagai Kurz dalam bahasa Jerman, atau dalam bahasa Inggris artinya Short. Ini merupakan varian pendek MP5, dirancang dengan receiver dan bolt lebih pendek. Pengendalian senjata menggunakan gagang depan, mengingat tak ada tempat untuk handguard. MP5K biasa digunakan untuk operasi klandestin dan pengawalan VIP. (Haryo Adjie)

Spesifikasi H&K MP5K
– Kaliber : 9 x 19 mm
– Berat : 2 kg (tanpa magasin)
– Panjang : 325 mm
– Panjang laras : 115 mm
– Kecepatan tembak : 900 peluru per menit
– Jarak tembak efektif : 25 – 30 meter
– Magasin : 15 dan 30 peluru
– Pola operasi : safe – semi – full auto


Senin, 18 Mei 2015

Perkembangan PKR Sigma 10514

 
image
Berita Militer Indonesia-Sejauh apa perkembangan Frigate PKR Sigma 10514 Indonesia ?. @erichsaumeth, lewat twitternya sempat memposting gambar pembangunan frigare buatan Damen Belanda tersebut. Gambar ini diposting tanggal 15/04/2015 dan 6/04/2015.
Erich mengatakan, PKR Sigma 10514 Indonesia sedang dalam konstruksi.
image
image
image
image

JKGR.

Setelah Apache, Kini Indonesia Beli Chinook

 
Helikopter Chinook dan Apache
Helikopter Chinook dan Apache

Berita Militer Indonesia-Indonesia berkeinginan membeli empat buah helikopter tempur Chinook dari Amerika Serikat. Hal itu disampaikan Menteri Pertahanan RI Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Riyacudu dalam rangkaian kunjungan kerja ke Pabrik Boeing di Philadelphia. Di pabrik tersebut diproduksi berbagai jenis helikopter tempur termasuk Apache Chinook.
Disebutkan dalam siaran pers Pusat Komunikasi Publik Kementerian Pertahanan yang diterima redaksi (Minggu, 17/5) bahwa sebelum melakukan kunjungan kerja ke Washington DC, rangkaian kunjungan kerja Menhan RI diawali pertemuan dengan United States Pacific Command (US PACOM) Commander Admiral Samuel J. Locklear dan United States Army Pacific (US ARPAC) Commander, General Vincent K. Brooks, di Hawaii.
chinook
Dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak sepakat dilakukannya peningkatan kerja sama pertahanan dan militer, meliputi pelatihan maupun latihan bersama, pertukaran instruktur dan latihan untuk Kopassus serta Marinir.
Hal lainnya yang menjadi topik pembicaraan antara lain, pertukaran pandangan tentang perkembangan  situasi  keamanan  di  Laut China Selatan yang berisi ajakan kepada semua pihak untuk menjaga stabilitas dan keamanan kawasan itu dengan menghormati code of conduct di Laut China Selatan.

Selama di Hawaii, Menhan RI juga berkesempatan mengunjungi Squadron US Navy P-3C Orion sebagai satuan penerbang pengintai Keamanan Maritim Angkatan Laut AS.

RMOL.co